Memakmurkan Masjid dengan Al Quran

#LombanotulensiGW2016
Oleh : Nugroho Adi Sasongko

Masjid merupakan pusat kegiatan masyarakat islam, KMII saaat ini tengah melaksanakan kegiatan pembangunan masjid di kompleks SRIT Tokyo, yang insha Allah akan selesai tahun depan 2017. Umat muslim Indonesia akan memiliki masjid di mana berlokasi di negara dengan mayoritas kaum non-muslim. Ustad Bobby mensharing sejumlah pengalaman beliau dalam tata kelola masjid di Indonesia. Sejumlah pertanyaan dan diskusi menarik mengenai masjid juga muncul di dalam diskusi. Masjid di Indonesia jumlahnya banyak, namun jamaahnya kurang. Ustad Bobby memulai diskusi dengan menyampaikan pengalamannya di Masjid Baitur Makmur di denpasar Bali dibangun dari waqaf Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila.

Photo: http://www.masjid.asia/2014/10/masjid-luar-biasa-ini-bernama-baitul.html

Masjid luar biasa ini terletak di Monang Maning dan memiliki jamaah subuh setiap harinya lebih dari 700 orang. Bahkan di akhir pekan, jamaah subuhnya dapat mencapai 2000 orang lebih.

Sumber :http://www.masjid.asia/2014/10/masjid-luar-biasa-ini-bernama-baitul.html

Luar biasa, Subahanallah.

Waktu di jaman Rasulullah SAW, para sahabat di masa-masa awal islam, sering datang terlambat ke masjid, disebabkan oleh jarak masjid yang jauh. Mereka bahkan berkeinginan untuk memindahkan masjid sedekat mungkin dengan lokasi tempat tinggal mereka. Namun Rasulullah SAW, menjelaskan setiap langkah kaki kita menuju kebaikan dihitung sebagai ibadah dan mendapatkan pahala.

Berbicara mengenai tata kelola masjid, ada beberapa hal yang terkait di dalamnya,

  1. Fisik bangunan masjid itu sendiri
  2. Takmir, pengurus masjid (organisasi)
  3. Pendanaan, termasuk di dalam nya tata kelola keuangan, mulai dari Zakat, Ifaq dan Shodaqoh, Waqaf
  4. Program kegiatan, aktivitas atau kegiatan termasuk di dalamnya umat atau jamaah masjid.

Bagaimana cara memakmurkan masjid?

Selain pembangunan fisik masjid yang baik juga perlu dilakukan pembangunan karakter dan mental baik dari takmir mauput umat atau jamaah. Membangun karakter jamaah yang baik jauh lebih sulit dibandingkan pembangunan fisik.

Masjid adalah milik Allah SWT untuk persatuan umat.

Surat Al-Jin [72] Ayat 18

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. Semua status tinggalkan sebelum masuk ke dalam nya. Semuanya bersaudara dan sama di hadapan Allah SWT kecuali tingkatan amal dan ibadahnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara (HR.Bukhari).

Di dalam masjid hindari perseteruan dengan saudara kita yang satu agama. Rumah Allah adalah rumah yang bercahaya. Dan masing-masing dari kita, datang ke masjid dengan membawa cahaya masing-masing. Dengan hadir solat berjamaah dan masjlis di dalam masjid, Insha Allah diri kita menjadi bercahaya.

الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Surat An-Nur Ayat 35).

Di dalam salah satu doa Rasulullah SAW:

” Ya Allah, jadikanlah di dalam hati ku cahaya, di dalam lisanku cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya, dan di dalam penglihatanku cahaya, Jadikanlah di belakangku cahaya, dan dari depanku cahaya. Jadikanlah atasku cahaya, dari bawahku cahaya, Ya Allah, berilah aku cahaya ” (HR.Muslim).

Jika cahaya itu identik dengan petunjuk Allah SWT, maka hasilnya adalah hati yang lapang, bahagia dan tentram. Dengan penglihatan, pendengaran, hati yang baik, maka seluruh rohani menjadi baik. Baik lahir dan bathin dan dengan izin Allah SWT akan bermanfaat juga buat orang lain. Jika rohani seseorang sudah bercahaya, maka insha Allah akan dapat pula memberi cahaya kepada orang lain.

Ustadz Bobby mencoba menganalogikan cahaya di dalam masjid seperti rangkaian sumber energi (battery) yang menghasilkan cahaya yang kuat. Semakin banyak jumlah jamaah, semakin terang pula cahayanya. Ditambahkan, sumber-sumber energi tersebut harus terangkai secara rapat dan kuat di dalam barisan yang disebut dengan shaf sholat.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW menyampaikan di setiap sholat berjamaah akan dilakukan:
سووا صفوفكم فإن تسوية الصف من تمام الصلاة

“Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya kelurusan shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.” [HR Muslim (433)]

Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa di antara hal yang membuat shalat kita menjadi sempurna adalah shaf yang lurus dan rapat. Artinya, jika shaf shalat tidak lurus maka shalat berjamaah kita menjadi kurang nilainya.

Semakin banyak jamaah sholat di masjid, lurus dan rapat, maka akan semakin dasyat kekuatan cahaya yang dipancarkan, sebagaimana perumpamaan 2 cahaya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilihat dari ruang angkasa:

Tugas kita sebagai umat Islam untuk selalu memakmurkan masjid agar selalu bercahaya. Keberkahan Allah SWT akan selalu bersama orang yang sholat berjamaah. Siapapun jika dia adalah muslim, berhak untuk mendirikan sholat.

twitter

Masjid adalah kekuatan umat dan simbol persatuan Islam.

Dari hadist yang diriwayatkan oleh Abi Darda, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tiada terdapat tiga orang berkumpul di kampung yang tidak dikumandangkan adzan dan tidak didirikan shalat berjama’ah, melainkan mereka telah dijajah oleh Syaithan, maka kerjakanlah olehmu shalat berjama’ah, karena serigala itu hanya dapat menerkam binatang (kambing) yang terpisah jauh dari kawan-kawannya.” (Abu Dawud “Bab Shalat” 574, Imam Ahmad 5/196, dan An-Nasa’i “Bab Imamah” 2/106-107).

Shalat akan bertambah khyusu` jika kita melaksanakannya tepat waktu dan dilaksanakan dengan berjamaah di 5 waktu.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, menjadi kewajiban bagi kita untuk memberikan contoh kepada dunia dalam memakmurkan masjid.

Makmurkan masjid dengan melatih hapalan-hapal Quran setelah sholat dan dengan majelis – majelis keagamaan.

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”.

Walahul muwafik, ilaa aqmawith thariiq, wassalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

“Dan Allah senantiasa memberikan taufiq pada jalan yang lurus. Dan semoga keselamatan, kesejahteraan serta keberkahan tetap tercurahkan kepada kita semua”