Menjadi Duta Islam di Negeri Minoritas

#LombanotulensiGW2016
Oleh : AA Haeruman Azam

Taujih Ustadz Didin

  • Sedikit pengantar tentang pembangunan masjid di Tokyo dan harapan ust. Didin terhadap citra Islam di Jepang kelak.
  • Lalu bagaimaka sikap untuk menjadi duta islam yang baik di Jepang? Ust. Didin pun menguraikan beberapa point :
    • Pertama, Berakhlak yang baik dan memberikan contoh yang baik untuk masyarakat Jepang. Hal ini bertujuan supaya masyarakat Jepang sehingga mereka tertarik dan mendapatkan hidayah dari tangan-tangan kita, dengan perilaku yang demikian Rasulullah telah menjanjikan balasan bagi orang yang berhasil mengajak orang lain di jalan Allah dalam sebuah hadits. “….Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.”(HR. Bukhari dan Muslim)”.
    • Kedua, menyadur dari surat yusuf ayat 50. Tentang dua sifat nabi yusuf yang patut kita ikuti. Kedua sifat tersebut yaitu memiliki integritas dan amanah. Latih diri kita mejadi pribadi dengan integritas yang kuat. Dalam salah satu hadits : “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji. (HR. Ahmad)”.
    • Ketiga, selalu memperbaharui pengetahuan dan tidak bosan-bosan menunutu ilmu. (Watak umat islam : kajian dan pengajian). Dalam hadits nabi : Jadilah menjadi serang muslim dari 4 kelompok ini, yaitu: jadilah orang yeng berilmu, yang mencari ilmu, mendengarkan ilmu, atau mencintai ilmu.
    • Keempat, bangun optimism dalam beribadah. Jangan malu-malu untuk beribadah. Tanamkan kepada anak-anak kita untuk bangga dan optims beribadah. Ada cerita menarik tentang perang teluk, konon banyak tentara-tentara amerika yang convert ke Islam karena melihat supir-supir taksi yang taat beribadah, mereka melihat betapa indah ummat muslim yang beribadah dan berhenti bekerja ketika mendengar adzan.

Taujiah kedua dari ust. Bobby Herwibowo

  • Bobby akan banyak membahas tentang indahnya hidup bersama alQuran.
  • Di bintaro sector 5, pada suatu hari ust. Bobby diundang untuk mengisi tentang dahsyatnya hidup bersama alQuran. Pada saat itu salah seorang jamaah akhwat nenek-nenek bernama Siti Aisyah berusia 82 tahun, beliau kemudia bercerita “apa yang ustadz cerita tentang dahsyatnya alQuran maka saya saksinya. Kaki saya dua dua nya busuk, dokter mengatakan saya diabetes tapi dokter lain mengatakan saya lupus, dokter lain mengatakan saya komplikasi. Berbulan2 di RS jangankan sembuh dengan pengeluaran berpuluh-puluhjuta masih tidak sembuh. Sampai kemudian diputuskan untuk dibawa pulangkan ke rumah dan dirawat di rumah. Tetapi karena sakit dan tidak sembuh-sembuh saya selalu ngomel-ngomel dan marah-marah. Lalu pagi itu Allah kasih hadiah dengan datangnya seorang ustadz asal Demak. Ketika saya ngomel-ngomel, ustadz mengatakan sabar saja bu penyakit itu cobaan dari Allah lebih baik ibu perbanyak berdzikir dan membaca alQuran, kemudian saya katakana dengen nyinyir “kan sudah saya katakan saya gk bisa baca alQuran”. Tetapi dengan sabarnya ustadz tersebut mengajarkan alQuran kepada saya sampai saya bisa membacanya. Dan Alhamdulillah saat ini saya baca alQuran minimal 2 juz. Dan Alhamdulillah Allah sembuhkan penyakit saya dengan tilawah alQuran. “
  • Bobby kemudian membacakan ayat alQuran surat Al-Isra ayat 82 : “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.”
  • Pengalaman ustadz pernah terkena penyakit vertigo, salah seorang jemaah merekomendasikan untuk berobat ke salah satu professor di RSCM. Ternyata ust. Bobby memiliki kandungan Glycin yang tinggi. Maka professor pun memberikan banyak pantangan makanan yaitu tidak boleh makan karbohidrat dan protein, ustadz hanya diperbolehkan makan sayur dan buah.
  • Pada suatu ketika, saat ustadz masih dalam kondisi diet dari pantangan makan. Ustadz menghadiri undangan, dan diatawari makan prasmanan. Hal yang menarik adalah ketika katidak menggunakan kaca mata dan berambut masih hitam , ternyata usianya 83 tahun. Ketika ustadz bertanya rahasia apa, kakek tersebut balik bertanya apakah ustadz baca alQuran? Kemudian ustadz menjelaskan bahwa beliau ada halaqah tafsir setiap subuh. Dan ternyata beliau rahasianya adalah perbanyak membaca alQuran. Kakek ini rupanya mengamalkan pesan dari guru nya : “Anak-anak ku jangan lah kalian melulu baca dari kiri ke kanan, perbanyak lah baca dari kanan ke kiri (maksudnya adalah perbanyak baca AlQuran)”

Tanya jawab

Lukman : ketika ingin mendidik anak untuk menjadi duta islam, bekal apa yang harus kita punya dan bekal apa yang harus kita berikan untuk anak-anak kita agak punya benteng yang kokoh?
Jawab : 1). libatkanlah Allah dalam segala Allah. Maksudnya, senantiasalah memohon kepada Allah jadikan anak-anak kita anak yang sholeh dan sholehah apapun kondisi yang akan dihadapi. Sebutkanlah satu persatu apa yang kita inginkan untuk anak kita dihadapan Allah.  2). Kita harus memiliki sikap hormat kepada seluruh anak-anak dan guru anak-anak kita. 3). Libatkan anak-anak dalam aktivitas kita yang positive dengan demikian mereka akan belajar dari apa yang kita lakukan. 4). Ajarkanlah tahfidz AlQuran kepada anak-anak kita insyaAllah dengan demikian anak-anak kita tidak jauh dari AlQuran.

Pandu : penelitian seorang professor : daerah mana yang paling islami. Dan menariknya, 5 besar ternyata belgia, Denmark, selandia baru dst. Dari sini kemudian saya melihat muslim dimanapun berada misalnya sebagai minoritas mungkin akan memicu kekompakan saling menyemangati satu sama lain dsb. Selain adanya kesholehan individu, saya fikir kesholehan social juga sangat penting, bagaimana kita membangun kesholehan social?. Bagaimana kita membentengi diri kita dengan budaya dinegara minoritas ini sebut saja misalnya di sekolah dsb?
Jawab : apapun indikatornya, intinya adalah kita harus mengimplementasikan ajaran islam dalam kehidupan sehari-sehari.

Prima : saya sempat marah dengan salah satu tweet yang mengatakan bagaimana mengaji bisa menjadi solusi sementara islam berates ratus tahun telah gagal mengajarkan untuk mengantri.
Jawaban : ini bisa jadi salah satu upaya untuk mengisi waktu maghrib dengan kegiatan yang positive. Mengaji itu bukan untuk menyelesaikan masalah tetapi lebih untuk mengalihkan dari acara-acara TV yang cenderung tidak baik.

Akhwat 1 : Anak saya sudah hafal beberapa juz tetapi gampang lupa dan metode nya mungkin kurang tepat. Adakah saran metode yang baik untuk menjaga hafalan anak? Hafalkan alQuran tanpa berfikir tapi dengan gerakan.

Akhwat 2 : Untuk mengajarkan hafalan dengan gerakan, ketika kita ajarkan untuk orang dewasa mungkin bisa dengan banyak gerakan. Sementara anak-anak mungkin sulit jika banyak gerakan, lalu bagaimana jika terjadi salah perngartian dari gerakan yang dipakai? Adakah saran penggunaan sedikit gerakan tetapi jelas? Gerakan yang diperlukan tidak sulit diingat, hanya dipraktekan untuk lengkapnya bisa mencoba training for trainer yang ada di Kauny Quantum Memory. Gerakan nya insyaALlah spontan, tidak perlu dihafalkan.

Isa : ingin bertanya berhubungan dengan ayat alQuran surah Azzukhruf ayat 3 : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.” Kenapa AlQuran diturunkan dalam bahasa arab? Dan kenapa dalam ayat tersebut disebutkan AlQuran diturunkan dalam bahasa arab supaya kalian memahami, sementara banyak yang tidak faham bahasa arab.
Jawab (ust. Didin) : kenapa bhs arab dijadikan tolak ukur, karena bahasa arab adalah bahasa paling sempurna struktur kalimatnya dan grammarnya luar biasa. Walopun tidak disampaikan dalam bahasa arab, AlQuran itu sangat mudah setiap orang bisa punya akses untuk memahami AlQuran (alQamar ayat 17).

Akhwat 4 : ketika ustadz menekuni AlQuran, apakah sudah terfikir bahwa akan menekuni AlQuran untuk tujuan kesehatan? Sejak awal sudah yakin, dan ternyata Research nya sudah sangat banyak tentang pengobatan dengan AlQuran.

Akhwat 3 : muslim disini tidak hanya orang Indonesia, kita kadang memiliki beberapa pemahaman yang berbeda. Bagaimana cara kita menjelaskan kepada non muslim mengenai perbedaan-perbedaan tersebut?  – Belum sempat terjawab- keterbatasan waktu.