Pernyataan Sikap Keluarga Masyarakat Islam Indonesia di Jepang

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Atas peristiwa yang berkembang belakangan ini yaitu terkait pembatasan kegiatan ibadah di Masjid Al-Aqsa dan juga peristiwa kekerasan pada tanggal 21 Juli 2017, kami Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Jepang menyatakan hal sebagai berikut:

1. Mengecam kebijakan sepihak Pemerintah Israel dalam menerapkan persyaratan ketat untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa termasuk pemasangan metal detector, dan mengutuk peristiwa penyerangan terhadap kegiatan ibadah yang sedang berlangsung, mengingat kebijakan yang diterapkan tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesepakatan antara Israel dan Palestina. Masjid Al-Aqsa adalah satu dari tiga tempat ibadah paling utama bagi umat Islam.

2. Menolak dan mengutuk segala bentuk kekerasan dan/atau kegiatan apapun yang melanggar nilai-nilai dasar kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk pembunuhan terhadap jamaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsa.

3. Berdukacita atas jatuhnya korban tewas dan luka-luka akibat kekerasan oleh pihak keamanan Israel terhadap jamaah Masjid Al-Aqsa. Semoga korban luka-luka dapat segera pulih, dan amal ibadah umat Islam yang menjadi korban tewas, diterima dengan baik oleh Allah SWT dan keluarganya diberikan kesabaran.

4. Menghimbau dan meminta agar semua pihak dapat menjaga kedamaian dan status quo dari Masjid Al-Aqsa, dimana umat Islam berwenang atas pengaturan kegiatan keagamaan di Masjid Al-Aqsa.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk keprihatinan serta ketidaksetujuan kami terhadap peristiwa yang terjadi di Masjid Al-Aqsa, Palestina.

Tokyo, 23 Juli 2017
Pengurus KMII